| Abstract |
Integrative Leadership (Morse, 2009) memberikan pemahaman yang unik dalam menjelaskan hubungan kerjasama perusahaan dan pemerintah untuk mengembangkan program pembangunan yang berkelanjutan. Industri geothermal di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang kompleks terutama dalam pengembangan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (corporate social responsibility/ CSR). Kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting dan utama yang dapat menjadi suatu katalis dalam menjalankan inisiatif berkolaborasi. Peran perusahaan yang mencari keuntungan dengan melakukan eksploitasi sumber daya harus disertai dengan prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan agar usaha yang dilakukan berkembang secara berkelanjutan. Studi empiris tentang teori integrative leadership yang mendalam sebaiknya dilakukan pada penelitian untuk masa mendatang. Sebuah studi kasus pada kegiatan Green Corridor Initiative (GCI) yang merupakan program CSR yang dilakukan oleh Chevron Geothermal Salak, Ltd menunjukan bagaimana peran kepemimpinan sebagai katalis dalam kerjasama para pihak diantaranya perusahaan, pemerintah, masyarakat dan media dalam melakukan restorasi kawasan konservasi hutan koridor di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. |