| Title | Optimalisasi Control Valve Pada Fasilitas Produksi Pertamina Area Panasbumi EP Kamojang |
|---|---|
| Authors | Tedi Mulyana |
| Year | 2001 |
| Conference | Indonesian Geothermal Association Conference |
| Keywords | sistem kontrol, buangan uap, optimal, control valve, sumur produksi besar |
| Abstract | Optimalisasi sistem kontrol perlu dilakukan dengan pertimbangan bahwa sistem kontrol yang sudah diaplikasikan pada fasilitas produksi uap panasbumi Kamojang dianggap belum optimal. Pada dasarnya sistem kontrol ini digunakan untuk mengurangi buangan uap di vent structure PLTP Kamojang 140 MW. Dengan optimalisasi diharapkan buangan uap dapat diminimalkan yang akan berdampak pada keuntungan perusahaan. Operasi pemasokan uap ke PLTP Kamojang 140 MW dilakukan secara manual. Sebagai konsekuensinya, jumlah uap yang dikirim ke PLTP yang dikelola oleh PT. PLN tersebut selalu lebih besar dari kebutuhan. Uap yang tidak dipakai ini selanjutnya dibuang dari header melalui vent structure. Pembuangan uap berlangsung secara otomatis oleh butterfly vent valve yang terhubung ke sistem pembangkitan listrik. Upaya mengurangi buangan uap sudah dilakukan melalui pemasangan °?automatic control valve°±. Tetapi dengan adanya krisis moneter, upaya ini terhenti sebelum seluruh pekerjaan dapat diselesaikan. Pada tahap berikutnya upaya re-engineering control valve belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Optimalisasi control valve dilakukan melalui evaluasi kondisi operasional saat ini serta aplikasi teknik/peralatan baru terhadap fasilitas produksi yang sudah ada. Selanjutnya pemasangan control valve diperbanyak guna memperbesar jumlah uap terkendali, sumber sensor untuk operasi control valve dirubah menjadi laju alir uap di pipa buangan uap ke vent structure dan sarana komunikasi menggunakan kabel tanam. Dari hasil optimalisasi ini akan diperoleh pengendalian operasi pasok uap yang baik, aman dan efisien dengan hasil akhir buangan uap di vent structure minimal atau bahkan mendekati nol. Penghematan dari pemakaian alat perekam produksi sumur harian sekitar 130 juta pertahun. Disarankan untuk melaksanakan optimalisasi dengan menggunakan sasaran antara yaitu buangan uap sebesar rata-rata 1 %. Pada sasaran ini, nilai penghematan berupa opportunity loss dari uap setara dengan nilai ekonomis sebesar sekitar Rp. 2,7 milyar pertahun. Sedangkan bila mencapai sasaran akhir berupa buangan uap °÷ 0 pengurangan opportunity loss tersebut sekitar 3,5 milyar pertahun. |