| Abstract |
Di dalam prospek panasbumi Ulubelu telah dibor 3 (tiga) sumur eksplorasi slimhole yaitu UBL-01, UBL-02 dan UBL-03, masing-masing dengan kedalaman 1200, 928 dan 967m. Studi mineral lempung hidrotermal dilakukan dengan menganalisa cuttings dan cores dari ketiga sumur tersebut dengan tujuan untuk memberi gambaran dan pemahaman kondisi bawah permukaan (reservoir) dari segi mineralogi, serta mengaplikasikan hasil studi ini untuk tercapainya pemboran yang lebih efektif dan efisien. Seperti halnya kelompok mineral calc-silicate (epidot, prehnit, wairakit dan biotit), mineral lempung hidrotermal seperti smektit, klorit, illit, kaolin dan mixed-layer clay terbukti memiliki struktur yang sensitif terhadap perubahan temperatur dan kondisi kimiawi fluida. Sehingga dengan mengenal karakteristik dari setiap jenis mineral lempung, dapat diperoleh informasi penting yang berkaitan dengan temperatur, permeabilitas dan kondisi kimia fluida reservoir panasbumi. Cara yang paling akurat untuk mengidentifikasi mineral lempung hidrotermal yaitu melalui metoda analisa difraksi sinar- X (Xray diffraction). Namun biaya analisa dengan metoda ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan analisa petrografi. Sehingga dalam upaya mengurangi biaya analisa batuan, maka kombinasi analisa petrografi dan difraksi sinar-X akan merupakan pilihan yang paling efektif dan efisien. Dalam hal ini dilakukan upaya dalam bentuk meningkatkan kemampuan atau keahlian mengidentifikasi mineral lempung melalui analisa petrografi, sehingga jumlah analisa difraksi sinar-X (XRD) dapat dikurangi. Cara ini akan lebih optimal bilamana diterapkan pada conto-conto batuan (drilling cores) dari satu lapangan panasbumi yang sama. Manfaat penting lainnya bilamana kita mampu mengidentifikasi mineral lempung hidrotermal pada saat operasi pemboran adalah memberi pertimbangan dalam penentuan kedalaman production casing, memprediksi zona puncak reservoir dan mengetahui zona asam. |