| Abstract |
Sebagian besar kegiatan-kegiatan panasbumi berada di lingkungan hutan, baik itu hutan lindung maupun hutan produksi. Di Indonesia kegiatan panasbumi yang sudah produksi semuanya berada dikawasan hutan termasuk Area Panasbumi Kamojang. Sudah menjadi ketentuan umum bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan akan menimbulkan dampak, baik dampak itu signifikan atau tidak. Pengelolaan terhadap dampak-dampak yang timbul menjadi kewajiban penanggungjawab kegiatan tersebut. Salah satu dampak dari kegiatan panasbumi di daerah hutan adalah berkurangnya vegetasi dan bertambahnya lahan kritis. Bentuk pengelolaan dari dampak tersebut dengan melakukan revegetasi dengan tanaman endemik untuk daerah perlindungan hutan dan tanaman produksi untuk daerah hutan produksi. Kegiatan revegetasi bukanlah kegiatan yang tanpa kendala, banyak sekali kendala yang menghambat keberhasilan program ini baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Kendala teknis yang timbul pada dasarnya berupa sulitnya penyediaan bibit terutama untuk tanaman endemik, pola penanaman yang kurang sesuai dengan musim, biaya pemeliharaan yang terbatas dan sedikitnya tenaga ahli. Sedangkan kendala non teknis berupa iklim yang berubah-ubah, kesuburan tanah berkurang, adanya perambah dan tingkat kelembaban tanah yang dibutuhkan. Beberapa usaha untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dari program revegetasi yang diterapkan di Area Pabum Kamojang berdasarkan hasil pengamatan selama kurang lebih 4 (empat) tahun terdiri dari penyediaan bibit, teknik tanam dan waktu yang tepat, pemeliharaan sampai layak tumbuh dan pemantauan kerusakan |