Record Details

Title Peluang Pengembangan PLTP Unit II Area EP Lahendong
Authors Tafif Azimudin, Adi Pramono
Year 2001
Conference Indonesian Geothermal Association Conference
Keywords Bottoming, Siklus Double Flash, Siklus Biner, Efisiensi Utilisasi, Dominasi air, flashing
Abstract Tulisan ini bertujuan mengkaji teknologi yang dapat diterapkan pada lapangan Panasbumi Sibayak untuk meningkatkan kapasitasnya tanpa melakukan pemboran sumur baru, tetapi dengan menggunakan air panas hasil pemisahan separator. Lapangan panasbumi Sibayak terletak di Sumatera Utara dan merupakan lapangan panasbumi yang dominan air. Sumur produksinya menghasilkan fluida campuran uap dan air dengan tingkat kekeringan (dryness) antara 14 ñ 35%. Uap yang dihasilkan dari enam sumur produksi mampu membangkitkan tenaga listrik sebesar 20 MW dengan menggunakan turbin condensing konvensional. Air panas dari separator diinjeksikan kembali ke sumur injeksi untuk menjaga keseimbangan reservoir dan mencegah pencemaran lingkungan. Air panas yang masih bersuhu antara 160 ñ 180?C tersebut secara teknis masih mengandung energi yang dapat diekstrak dengan menggunakan teknologi bottoming yaitu Siklus Double Flash dan Siklus Biner. Teknologi Siklus Double Flash menggunakan uap tekanan rendah hasil flashing air panas tekanan tinggi untuk menggerakkan turbin, sementara Teknologi Siklus Biner menggunakan air panas untuk menguapkan fluida kerja yang bertitik didih rendah dan selanjutnya uap fluida kerja ini yang memutar turbin. Perhitungan secara thermodinamika untuk Siklus Double Flash dan Siklus Biner menunjukkan bahwa masing-masing sistem dapat menghasilkan tenaga listrik sebesar 9.09 kW dan 9.36 kW untuk setiap ton/jam air panas pada suhu 174?C. Dengan kapasitas terpasang sebesar 20 MW maka tenaga listrik ekstra yang dihasilkan oleh Siklus Double Flash adalah 5521.9 kW dan Siklus Biner adalah 5684.4 kW atau memberikan nilai tambah masing-masing sebesar 26.8% dan 27.6%. Secara keseluruhan, penerapan teknologi Siklus Double Flash dan Siklus Biner akan meningkatkan efisiensi utilisasi Lapangan Panasbumi Sibayak dari 9.7% menjadi sebesar 12.2%.
Back to Results Download File