| Abstract |
Silica scaling sering menjadi masalah serius pada operasi lapangan panasbumi. Silica scaling pada pipa produksi berakibat mengurangi diameter pipa, sehingga mengurangi laju alir dan bahkan pipa dapat tersumbat sehingga harus diganti. Cara yang paling efektif untuk menangani masalah silica scaling adalah dengan mencegah terjadinya silica scaling tersebut. Olek karena itu kajian tentang potensi silica scaling sangat diperlukan pada operasi lapangan panasbumi. Suatu evaluasi telah dilakukan untuk memperkirakan potensi silica scaling pada pipa produksi Lapangan Panasbumi Lahendong yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. Metode yang digunakan yaitu penerapan parameter silica saturation index (SSI) yang dihitung berdasarkan data komposisi kimia fluida hasil uji produksi, dan konsep kesetimbangan massa dan energi. Suatu simulasi kondisi operasi dari lima sumur produksi (LHD-8, LHD-10, LHD-11, LHD-12 dan LHD-15) dan separator produksi diperlakukan untuk memperkirakan potensi silica scaling pada tiga jalur pipa yaitu jalur pipa produksi masing-masing sumur, jalur pipa dua fasa, dan jalur brine. Diperoleh bahwa pipa produksi sumur LHD-8 dan LHD-10 berpotensi terjadi silica scaling apabila kedua sumur tersebut dioperasikan pada TKS kurang dari 10 kscg. Potensi silica scaling pada pipa produksi sumur LHD-11, LHD-12 dan LHD-15 ditemukan apabila masing-masing sumur tersebut dioperasikan pada TKS kurang dari 8.5, 14.5 dan 9 kscg. Jalur utama pipa dua fasa berpotensi terjadi silica scaling apabila kelima sumur dioperasikan pada TKS 10 kscg, tetapi tidak berpotensi terjadi silica scaling apabila kelima sumur tersebut dioperasikan pada TKS 15 kscg. Pada berbagai tekanan operasi separator produksi, brine hasil pemisahan separator produksi mempunyai potensi silica scaling apabila kelima sumur tersebut dioperasikan pada TKS 10 kscg. Apabila kelima sumur tersebut dioperasikan pada TKS 15 kscg, maka brine berpotensi silica scaling jika tekanan operasi separator produksi kurang dari 9.17 kscg (10 bar abs). Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya silica scaling pada seluruh jalur pipa direkomendasikan agar sumur-sumur produksi dioperasikan pada TKS 15 kscg dengan tekanan operasi separator produksi tidak kurang dari 9.17 kscg. Pada kondisi tersebut, uap yang dihasilkan dapat membangkitkan tenaga listrik lebih dari 20 MW. Apabila separator produksi akan dioperasikan pada tekanan sekitar 9.17 kscg, maka untuk mencegah terjadinya silica scaling pada jalur reinjeksi, air hasil pemisahan (brine) tidak dapat secara langsung diinjeksikan melalui sumur reinjeksi, melainkan harus diupayakan suatu perlakuan terlebih dulu, misalnya menggunakan cooling pond. |