| Title | Interpretasi Gravitasi Mikro di Area Panasbumi Kamojang Jawa Barat |
|---|---|
| Authors | Timbul Silitonga |
| Year | 2001 |
| Conference | Indonesian Geothermal Association Conference |
| Keywords | gravitasi mikro, kondisi reservoir, perubahan massa, zona uap, pengisian alamiah, kapasitas terpasang, power plant |
| Abstract | Lapangan panasbumi kamojang yang memiliki kapasitas terpasang 140 MWe saat ini memproduksi uap tidak kurang dari 800.000 ton perbulan. Dengan pendapatan sekitar Rp. 8.000.000.000 perbulan dperkirakan akan mampu beroperasi selama 30 tahun. Produksi uap yang sedemikian besar untuk waktu yang cukup lama, saat ini mengindikasikan perubahan kondisi reservoir yang dicirikan oleh penurunan produksi. Penurunan tersebut diduga akibat kekurangan massa fluida dalam reservoir. Gravitasi mikro yang memiliki anomali sangat kecil (< 1 mgal) dibandingkan gravitasi komersial yang memiliki anomali cukup besar (> 1mgal), digunakan untuk mengetahui keseimbangan massa dalam reservoir dan pemodelan kwantitatip untuk mengetahui perubahan kondisi dalam reservoir panasbumi. Perhitungan perubahan massa dalam reservoir menunjukkan bahwa, pada awal produksi (1984-1988) belum terjadi perubahan cukup penting (3 Mega Ton). Setelah kapasitas terpasang power plant ditingkatkan dari 30 MWe menjadi 140 MWe, keseimbangan massa dalam reservoir pada perioda 1989 - 1992 berkurang secara signifikan menjadi ñ15 MT, dengan perkiraan laju pengisian alamiah relatip tetap sekitar 4-5 MT/tahun. Hasil ekstrapolasi mengindikasikan pada akhir tahun 1999 kekurangan massa menjadi sekitar ñ40 MT. Secara umum, perubahan gravitasi mikro di lapangan panasbumi Kamojang memiliki korelasi dengan perubahan tekanan dan temperatur terukur. Pemodelan gravitasi 2-D mengindikasikan, bahwa penurunan muka air dibawah zona uap dan pengurasan fluida dari zona uap itu sendiri merupakan faktor-faktor dominan penyebab berubahnya gravitasi mikro. Penurunan fluida dari lapisan kondensat kedalam zona uap hanya dapat menyebabkan perubahan gravitasi yang sangat kecil dan cukup sukar dideteksi oleh pengukuran gravitasi mikro. Ini merupakan paper pertama yang coba melakukan interpretasi gravitasi mikro secara kwantitatip untuk sistem dominasi uap, khususnya Kamojang. |